KASUSMEDAN - Lamhot Simarmata( 31) masyarakat Janji Matogu, Desa Huta Gurgur, Kecamatan Sianjur Mula- mula, Kabupaten Samosir ditemui wafat dunia, Senin( 14/ 12/ 2020) pagi.
Bersumber pada pengakuan si istri Riana boru Sagala, suaminya itu wafat dunia sebab bunuh diri dengan metode meminum toksin.
Tetapi, pihak keluarga Lamhot tidak terima serta merasa curiga, sebab mengaku memandang terdapat lebam serta cedera di badannya. Pihak keluarga Lamhot setelah itu membuat pengaduan ke Polres Samosir, Senin( 14/ 12/ 2020) sekira jam 14. 00 Wib.
Dikala ini permasalahan tersebut ditangani Satuan Reserse Kriminal Polres Samosir. Jenazah Lamhot juga dikirim ke Rumah sakit Bhayangkara Polda Sumut di Jalur KH Wahid Hasyim Medan buat dicoba otopsi.
Kapolres Samosir, AKBP Mohamad Saleh, dikala dikonfirmasi lewat Kasat Reskrim AKP Suhartono SH, Rabu( 16/ 12/ 2020) sekira jam 14. 20 Wib, membetulkan grupnya sudah menerima pengaduan keluarga Lamhot Simarmata.
Dia menarangkan, kalau istri Lamhot Simarmata, Riana boru Sagala telah menarangkan kepada pihak keluarga, kalau suaminya itu wafat dunia sebab minum toksin.
“ Walaupun Riana boru Sagala sudah membagikan alibi, keluarga tidak dan merta yakin,” kata Suhartono. Dia menarangkan, cocok pengaduan yang diterima Polres Samosir, James Simarmata selaku orangtua Lamhot, mengaku menemukan berita kalau putranya wafat dunia sebab minum toksin dari Sangap Simanjorang.
“ Jika ceritanya, istri korban bawa jenazah suaminya itu ke rumah ibu dan bapaknya buat dikebumikan. Bagi istrinya, korban wafat akibat minum toksin. Jadi ditengok keluarganya, kok terdapat lebam ataupun sisa cedera yang mencurigakan.
BACA JUGA : Ditipu Lewat WhatsApp, Gadis 12 Tahun Diperkosa 10 Pria
Terdapat luka- luka sikit lah, tetapi bukan cedera tusukan ataupun gimana,” kata Suhartono. Pihak keluarga Lamhot setelah itu menyimpan curiga serta lekas membuat pengaduan ke Polsek Setiap hari Boho yang setelah itu berkoordinasi dengan Polres Samosir.
Menindaklanjuti pengaduan tersebut, Sat Reskrim Polres Samosir langsung bergerak serta bawa jenazah Lamhot ke Rumah sakit Hadrianus, Pangururan, saat sebelum dibawa ke Rumah sakit Bhayangkara Polda Sumut.
“ Kita langsung bergerak serta sampaikan kalau jika memanglah curiga, kita Otopsi ajalah, kita membawa dahulu ke Rumah Sakit Hadrianus Pangururan biar kita memenuhi administrasi buat diotopsi ke Bhayangkara Tingkatan II Medan,” lanjutnya.
Suhartono menarangkan, grupnya senantiasa berjaga- jaga dalam penangangan permasalahan ini, sehingga belum dapat membagikan penjelasan lebih jauh saat sebelum menerima hasil otopsi.
“ Jadi jika memanglah hasil otopsi ini memanglah minum toksin, ya jelas serta kita enggak menduga- duga lagi, ya kan? Ini kan kita masih menduga- duga, apakah ini pembunuhan, ataupun apa,” sambungnya.
Sat Reskrim Polres Samosir pula berencana membenarkan pemicu kematian Lamhot lewat Laboratorium Kriminal( Labkrim) Polda Sumut.“ Sehabis kita nanti peroleh hasil kalau lambungnya memiliki toksin, kita pula masih membawanya ke Labkrim Polda Sumut buat membenarkan.
Serta jika diotopsi, apakah memanglah terdapat kekerasan dengan barang tumpul ataupun apa gitu,” ucapnya. Hasil otopsi diperkirakan satu minggu mendatang.“ Hingga hingga saat ini, kita masih menunggu.
Katanya, siang ini hendak diotopsi. Jika hasilnya lebih kurang keluar satu minggu,” ucapnya. Menunggu hasil otopsi, AKP Suhartono mengaku kalau grupnya hendak senantiasa melaksanakan penyelidikan.“ Apakah korban wafat sebab terdapatnya penganiayaan ataupun minum toksin, dua- duanya senantiasa berjalan,” pungkasnya.



0 Komentar